Olahraga

Empat Atlet Jepang Dipulangkan karena Tidur dengan PSK

Jepang pulangkan 4 atlet karena kasus prostitusi
Bintang basket Jepang (Foto: AFP Photo)
84views

Asian Games 2018 baru saja dibuka Sabtu (18/8) lalu oleh Presiden Joko Widodo. Pesta olahraga terbesar negara-negara di kawasan Asia ini baru berjalan 2 hari. Namun, kontingen Jepang sudah memulangkan 4 orang atletnya.

Jepang pulangkan 4 atlet karena kasus prostitusi
Aksi Keita Imamura (jersey hitam) dalam pertandingan melawan Taiwan (Foto: AFP Photo)

Yuya Nagayoshi, Takuya Hashimoto, Takuma Sato, dan Keita Imamura terpaksa pulang lebih cepat karena terlibat prostitusi. Keempat atlet basket itu dikabarkan keluar dari kampung atlet pada Kamis (16/8) pekan lalu. Setelah makan malam di luar, mereka menginap di hotel bersama pekerja seks komersial.  Mereka melakukan semua kegiatan di luar jadwal Asian Games 2018 itu dengan tetap memakai atribut timnas Jepang.

Jepang pulangkan 4 atlet karena kasus prostitusi
Takumo Sato (jersey hitam-merah) dalam pertandingan melawan tim Taiwan (Foto: AFP Photo)

“Saya merasa malu. Kami meminta maaf sebesarnya dan akan membimbing atlet kami mulai sekarang,” demikian pernyataan chef de mission kontingen Jepang, Yasuhiro Yamashita, Senin (20/8), seperti dilansir detikSport.

Jepang pulangkan 4 atlet karena kasus prostitusi
Takuyo Hashiomoto (jersey putih) beraksi dalam pertandingan melawan timnas Qatar (Foto: AFP Photo)

Sebenarnya bukan baru kali ini Jepang memulangkan atletnya dari ajang besar. Pada Asian Games 2014 lalu, perenang Naoya Tomita juga dipulangkan karena tertangkap video mengambil kamera milik seorang jurnalis.

Jepang pulangkan 4 atlet karena kasus prostitusi
Yuya Nagayoshi (jersey hitam) bertanding melawan China (Foto: AFP Photo)

“Dengan kerendahan hati, saya meminta maaf pada publik Jepang, JOC, dan semua orang yang mendukung basket atas kejadian tercela ini. Kami akan memutuskan hukuman yang pantas kepada 4 pemain setelah kami mendapatkan semua faktanya. Kami harus bekerja lebih keras untuk memastikan skandal ini tidak terjadi lagi,” kata kepala tim basket Jepang, Yuko Mitsuya.