Berita

Di Jepang, Orang Diajak Bunuh Diri Berkelompok Melalui Twitter

Bunuh diri berkelompok di Jepang
Ilustrasi (Foto: Istimewa)
41views

Pada tahun 2017 lalu, Korea Selatan termasuk dalam negara dengan tingkat bunuh diri tertinggi di dunia. Dia menempati urutan ketiga. Di atasnya ada Jepang. Sementara yang berada pada urutan pertama adalah Guyana.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) juga membuat daftar negara dengan tingkat bunuh diri tertinggi di dunia. Pada tahun 2015 lalu, seperti dilansir dari Wikipedia, negara dengan tingkat bunuh diri tertinggi adalah Sri Lanka. Berturut-turut setelahnya ada Guyana, Mongolia, dan Kazakhstan. Korea Selatan berada pada urutan ke-10 dan Jepang ke-26.

Washington Post, pada tahun 2005 silam, juga memuat daftar negara dengan tingkat bunuh diri tertinggi di dunia. Korea Selatan berada pada urutan pertama. Selanjutnya ada Hungaria dan Jepang.

Saat ini, dunia sedang menyikapi kasus bunuh diri ini dengan sangat serius. Pasalnya, angka bunuh diri semakin tinggi. Di Jepang, misalnya. Dulu, bunuh diri adalah bagian dari upaya menjaga harga diri. Namun, sekarang ini, semua orang bisa bunuh diri dengan alasan apa pun. Salah satunya adalah alasan ekonomi.

Bunuh diri berkelompok di Jepang
Briket batu bara (Foto: Istimewa)

Jumat (13/7) lalu, kasus bunuh diri kembali terjadi di Negara Matahari Terbit itu. Polisi Metropolitan Tokyo menemukan 5 jenazah pria dan wanita di sebuah rumah di daerah Edogawa Ward.

Sekitar pukul 9 waktu setempat, para petugas kepolisian memasuki salah satu rumah di kawasan Nishiichinoe, Tokyo, dan menemukan 3 jenazah wanita, 1 jenazah laki-laki, dan 1 lagi belum diketahui jenis kelaminnya. Jenazah-jenazah itu ditemukan di dalam sebuah kamar di lantai 2 rumah itu.

Menurut keterangan kepolisian, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan atau kekerasan fisik pada jasad-jasad itu. Yang ditemukan hanyalah 5 buah briket arang di wajan. Sementara jendela-jendela ruangan itu ditutup rapat.

Seperti dilansir Nippon News, Kepolisian Metropolitan Tokyo melihat kasus ini sebagai sebuah aksi bunuh diri kelompok. Polisi menduga bahwa sang pemilik rumah, yaitu seorang pria berusia 37 tahun, meminta anggota kelompoknya mengunggah pesan melalui Twitter dengan tagar jisatsu (bunuh diri).

Dugaan itu diperkuat dengan laporan yang diterima Kantor Polisi Misaki di Prefektur Kanagawa dari seorang perempuan yang mengaku sebagai kenalan sang lelaki. Perempuan itu mengatakan bahwa temannya itu telah memberikan isyarat untuk mengumpulkan orang-orang untuk bunuh diri bersama melalui jejaring sosial. Hingga saat ini, polisi masih menulusuri identitas seluruh korban.

Bunuh diri berkelompok di Jepang
Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Perlu dicatat bahwa tindakan bunuh diri di Jepang sudah dianggap sebagai tindakan biasa. Ada beberapa tempat populer untuk mengakhiri hidup seperti tebing Tojinbo, hutan Aokigahara, hingga air terjun Kegon yang dikenal sebagai tempat paling indah untuk melakukan aksi bunuh diri.