fbpx
Teknologi

Di Indonesia, Xiaomi Sudah Geser Oppo

Xiaomi menggeser posisi Oppo
Xiaomi Mi Mix 2 (Foto: Android Authority)
95views
Waktu baca : 2 menit

Perkembangan industri ponsel pintar di Indonesia sangat menjanjikan. Lihat saja bagaimana tingginya angka penjualan smartphone pada kuartal kedua (Q2) pada tahun 2018 ini. Sebuah rekor penjualan tertinggi sepanjang sejarah.

Menurut laporan firma riset internasional IDC, sebanyak 9,4 juta unit smartphone terjual selama tiga bulan terakhir yang berakhir Juni lalu. Angka itu bertumbuh 22% dari kuartal ke kuartal (QoQ) atau 18% dibandingkan dengan tahun sebelumnya (YoY).

Xiaomi menggeser posisi Oppo
Laporan IDC Kuartal 2 (Foto: IDC)

Dari angka penjualan itu, Xiaomi tercatat sebagai vendor dengan pertumbuhan tertinggi. Pada kuartal II-2018, Xiaomi berhasil meraup pangsa pasar sebanyak 25%, naik signifikan dari tahun sebelumnya yang cuma 3%. Xiaomi berhasil menggeser Oppo yang pada kuartal II-2018 ini mengalami penurunan pangsa pasar menjadi 18%, dibanding 24 persen pada tahun lalu.

Menurut Risky Febrian, analis IDC, Xiaomi berhasil menggeser Oppo karena menghadirkan smartphone yang terjangkau harganya dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Xiaomi, yang telah mengalami berbagai tantangan pada masa lalu, berhasil unjuk gigi di pasar smartphone Indonesia dan menduduki posisi kedua setelah Samsung,” katanya seperti dilansir kompas.com.

Xiaomi menggeser posisi Oppo
(Foto: Engadget)

Jika Oppo dan Vivo berusaha menggenjot kampanye pemasaran, sambungnya, yang dilakukan Xiaomi justru berbeda. Xiaomi justru fokus menghadirkan smartphone yang kompetitif dari segi spesifikasi dan harga.

Inovasi Xiaomi mulai membuat posisi Samsung sebagai raja smartphone Indonesia tak aman. Pasalnya, pangsa pasar Samsung dan Xiaomi saat ini cuma terpaut 2%. Samsung menghimpun 27% pangsa pasar smartphone Indonesia atau turun 5% dibandingkan pencapaian tahun sebelumnya.

Xiaomi menggeser posisi Oppo
Oppo F5 (Foto: Android Authority)

Setelah Xiaomi, ada Oppo dengan pangsa pasar 18%. Oppo mengalami penurunan pertumbuhan dari yang sebelumnya 24%. Vivo mulai memperlihatkan gerak naik yang menarik meskipun gerakannya tak segila Xiaomi. Pabrikan China itu meraup 9% pangsa pasar, naik 6% dari yang sebelumnya hanya 3%.

Yang duduk pada urutan terakhir dalam kelompok 5 besar ponsel pintar yang menguasai pangsa pasar di tanah air adalah Advan. Vendor ini mampu menghimpun pangsa pasar sebanyak 6%. Angka itu sejatinya menurun dari yang sebelumnya 9%.

Xiaomi menggeser posisi Oppo
Vivo Apex (Foto: Android Authority)

Jika dihitung secara keseluruhan, kelima vendor itu mampu mendominasi pasar dengan pangsa pasar total 85%. Sisanya hanya 5% yang digarap vendor lain. Pertumbuhan vendor lain pun bisa dibilang tak positif. Pada 2017 lalu, gabungan vendor lain mampu meraup pangsa pasar sebanyak 29% atau hampir dua kali lipat dari kinerja tahun ini.