fbpx
Berita

Tim Prabowo Curiga Jokowi Puji Ratna, TKN Jokowi: Jangan Didramatisir

Jokowi memuji Ratna Sarumpaet
Ratna Sarumpaet (Foto: detikcom)
149views

Beberapa waktu lalu, Joko Widodo, capres petahana, melayangkan pujian kepada Ratna Sarumpaet. Jokowi memuji keberanian Ratna untuk berbicara tentang hoax bahwa dia dianiaya.

“Katanya dianiaya. Mukanya babak belur. Lalu menuduh-nuduh kita.  Sampai konferensi pers segala. Untungnya yang namanya Mbak Ratna Sarumpaet itu jujur,” katanya di kawasan Kota Lama Semarang, Jawa Tengah, Minggu (3/2) lalu.

Pujian Jokowi ini ditanggapi oleh tim Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

“Mungkin Pak Jokowi kagum, salut kepada Bu Ratna. Saya nggak tahu salutnya pada bagian mana. Yang jelas, mungkin Pak Jokowi sekarang udah menggemari dan menyukai Bu Ratna. Saya nggak tahu kenapa,” kata Dahnil Anzar Simanjuntak, Koordinator Jubir BPN.

Jokowi memuji Ratna Sarumpaet
Presiden Jokowi (Foto: Kompas.com)

Kecurigaan BPN Prabowo-Sandiaga itu kemudian dijawab oleh Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin. TKN Jokowi-Ma’ruf Amin meminta tim BPN Prabowo-Sandiaga untuk tidak berburuk sangka.

“Belajar husnudzon. Jangan terbiasa suudzon. Saya mengajak kita melihat konteks pembicaraan, ya. Jadi, jangan pembicaraan itu dipelintir, dipotong,” kata Meutya Hafid, juru bicara TKN Jokowi-Ma’ruf, kepada wartawan, Selasa (5/2).

Politikus Golkar ini menilai bahwa apa yang dikatakan Jokowi adalah wajar. Sebuah pujian yang tidak berlebihan.

Baca :   Sandiaga Uno Ditolak Warga Desa Tabanan, Bali

“Pak Jokowi biasa saja. Tidak juga memuji yang bagaimana. Beliau hanya mengatakan, ‘Untung Bu Ratna jujur. Beliau juga berani.’ Saya rasa kalau kita lihat track record Mbak Ratna, kan, memang cukup berani dalam menyatakan pendapat. Siapa pun presidennya, kan, beliau kritik,” sambung Meutya.

Jokowi memuji Ratna Sarumpaet
Meutya Hafid (Foto: Istimewa)

Ia meminta semua pihak tidak berlebihan dalam menyikapi pernyataan Jokowi. Pernyataan Jokowi tidak perlu didramatisir.

“Saya menyarankan agar semua pihak tidak terlampau panik dan mudah mendramatisir pernyataan-pernyataan. Memang sebelumnya Pak Jokowi lebih banyak diam. Sekarang, saat Pak Jokowi bersuara, sepertinya langsung mendapat atensi kubu 02. Tidak apa juga. Kami welcome saja,” kata anggota Komisi I DPR itu.