fbpx
Berita

Terpukaunya Wisatawan Mancanegara Pada Pasar Badung yang Baru Diresmikan Jokowi

Turis asing di Pasar Badung
Pasar Badung (Foto: Bisnis.com)
85views

Pada 29 Februari 2016 lalu, Pasar Badung terbakar. Ribuan pedagang kehilangan lapak. Ketika itu, proses pemadaman berlangsung selama 17 jam.

Proses revitalisasi pasar tertua di Denpasar ini menelan dana Rp1,45 miliar. Dana itu diambil dari Dana Tugas Pembantuan APBN 2017 dan APBD 2018. Pasar ini memiliki 6 lantai: 2 lantai bawah tanah dan 4 lantai untuk los dan kios. Sebanyak 1.698 pedagang yang ditampung di pasar ini.

Total kios dan los mencapai 1.740 unit dengan perincian 1.450 meja los dan 290 unit kios. Lahan parkir bisa menampung 128 buah mobil dan 23 mobil boks. Pasar ini dilengkapi dengan 10 eskalator, kipas angin, AC, 4 lift, dan fasilitas pemadam api ringan. Di sini juga ada jaringan internet gratis, ruangan bermain anak, dan sekolah bagi anak pedagang di pasar ini.

Turis asing di Pasar Badung
Presiden Jokowi meresmikan Pasar Badung (Foto: ANTARA FOTO)

Jumat (22/3) lalu, Presiden Joko Widodo terbang ke Denpasar untuk meresmikan pasar tradisional terbesar di Bali ini. Sebelum hari peresmian itu, serombongan wisatawan dari Jerman mengunjungi pasar. Mereka terpesona.

“Saya pertama kali ke Bali dan melihat pasar yang istimewa ini. Bangunannya megah, bersih, dan pedagangnya sangat ramah. Ini luar biasa,” puji Barbara, Kamis (21/3) lalu.

Mereka semakin kagum ketika melihat pembeli membawa tas untuk berbelanja.

“Tadi saya lihat ada yang membeli pisang dan dia membawa tas sendiri. Ini juga kebiasaan yang sangat baik,” katanya.

Baca :   Cerita dari Malam Pergantian Tahun: Menikmati Pesona 90-an
Turis asing di Pasar Badung
Rombongan wisatawan Jerman (Foto: Pemkot Denpasar)

Ia semakin kagum ketika mengetahui bahwa pembeli membawa tas untuk berbelanja karena pemerintah daerah mengeluarkan kebijakan untuk mengurangi penggunaan kantung plastik. Menurutnya kebijakan ini sangat penting dan berdampak untuk dunia. Seperti diketahui, Wali Kota Denpasar, Rai Dharmawijaya Mantra, dan wakilnya, Jaya Negara, mengeluarkan Perwali Nomor 36 Tahun 2018 tentang Pengurangan Penggunaan Kantung Plastik.

Wisatawan dari Selandia Baru pun benar-benar kagum pada pasar ini. Mereka tidak menyangka bahwa ada pasar tradisional yang begitu terorganisir, bersih, dan rapi.

“Dari pintu masuk sampai di sini terlihat bagus. Kami sudah berkeliling. Terlihat bagus dan terorganisir. Ini berbeda dengan negara kami. Kami tidak memiliki pasar seperti ini di Selandia Baru. Kami berbelanja di supermarket,” kata Brad dan Rhianon, pasangannya.

Turis asing di Pasar Badung
(Foto: ANTARA FOTO)

Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar, Dezire Mulyani, sangat senang karena Pasar Badung menjadi salah satu destinasi para wisatawan mancanegara.

“Ini tentu sesuatu hal yang positif dan semakin memperkenalkan Pasar Badung sebagai ‘Heritage Market’ kepada dunia internasional,” katanya.