fbpx
Berita

Selain Peduli Budaya Betawi, Alasan FBR Dukung Jokowi Karena Kecewa dengan Anies-Sandi

Ketua Umum FBR Lutfi Hakim menyambangi kediaman Ma'ruf Amin untuk memberikan dukungan dalam pilpres 2019 (Foto: Istimewa)
190views

Kepedulian Jokowi terhadap kebudayaan Betawi menjadi alasan utama Forum Betawi Rempug (FBR) mendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin. Dukungan itu bahkan disampaikan langsung oleh Ketua Umum FBR Lutfi Hakim di kediaman Ma’ruf Amin di Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (8/3/2018).

Menurut Lutfi, baik saat menjabat sebagai Gubernur DKI maupun setelah menjadi Presiden, Jokowi dinilai tetap peduli terhadap budaya Betawi. “Sebulan setelah beliau menjabat Gubernur DKI, pakaian adat Betawi menjadi pakaian wajib bagi karyawan Pemda DKI. Kemudian, beliau juga berjanji untuk membangun masjid di Jakarta Barat dengan ornamen Betawi dan itu sudah terwujud. Lalu, beliau berjanji juga untuk merapikan Setu Babakan yang lama mangkrak pembangunannya dan itu pun sudah beres,” katanya.

Saat menjadi presiden pun, sambung Lutfi, Jokowi tidak lupa Betawi. “kami pikir beliau lupa dengan Betawi, ternyata tidak. Pada hari Kesaktian Pancasila, beliau hadir dengan baju ujung serong, baju khas Betawi. Saat KAA 2017 lalu, beliau juga menerima tamu-tamu dengan baju adat Betawi. Saat menerima raja dan ratu Swedia, beliau juga pakai baju adat Betawi di Bogor,” papar Lutfi.

Saat menjabat Gubernur DKI Jakarta, Jokowi membuka Lebaran Betawi di Silang Monas, Jakarta (Foto: kompas.com)

Jokowi, katanya, satu-satunya presiden yang menyempatkan diri hadir dalam acara Lebaran Betawi, yang waktu itu diadakan di Setu Babakan. “Tidak hanya itu, pada saat pembuatan uang baru, kami masyarakat Betawi mengajukan usul setidaknya ada representasi Betawi dalam uang kertas kita. Kami minta satu, tapi ternyata dikasih dua. Di uang Rp100 ribu ada tari topeng Betawi dan di uang Rp2.000 ada tokoh Betawi, M Thamrin,” jelas Lutfi.

Jadi, tidak ada alasan untuk tidak mendukung Jokowi-Ma’ruf. Lutfi berharap, keduanya bisa melanjutkan pemerintahan ini kembali karena aspirasi masyarakat Betawi lebih banyak yang diakomodir. “Satu hal lagi, kepedulian mereka terhadap Betawi yang terus mendorong adanya perda pelestarian dan kebudayaan Betawi. Meskipun saat disahkan Jokowi sudah menjadi presiden, tapi setidaknya itu adanya di zaman beliau. Itu kenapa kami masyarakat Betawi, FBR, bersepakat untuk mendukung paslon 01,” tegasnya.

Sikap politik FBR saat ini berbeda dengan Pilpres 2014 dan Pilkada DKI 2017. Saat itu, FBR mendukung Prabowo Subianto sebagai capres dan Anies Baswedan sebagai gubernur. Lutfi mengatakan, pengalihan dukungan ini karena banyak keluhan mengenai kinerja Anies dan Sandiaga yang kerap tak merespons dengan baik berbagai kepentingan masyarakat Betawi ketika menjabat.

Baca :   Sandiaga Uno di KPU: Kami Ingin Berjuang untuk Partai Emak-Emak
Presiden Jokowi mengenakan busana khas Betawi saat menerima kunjungan kenegaraan Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad Al Thani di Istana Bogor, Jawa Barat (Foto: tempo.co)

“Saat 2014, kita ke Prabowo-Hatta, ya, dan kedua ke Bang Sandi all-out, bahkan sampai secara resmi kami menurunkan 4.280 orang saksi waktu Pilkada DKI. Kemudian, begitu kita cermati, tidak ada, kuranglah kepeduliannya terhadap Betawi. Kita pun mencari, siapa yang memang layak untuk kita dukung, asalkan kepentingan masyarakat Betawi bisa diakomodir. Itu kemudian kenapa kami beralih dukungan,” terang Lutfi.

Lebih lanjut, Lutfi menjelaskan, FBR kecewa dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang hingga saat ini belum menyempurnakan Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2015 tentang Pelesatrian Kebudayaan Betawi dengan suatu peraturan gubernur. Pergub tersebut dapat memfasilitasi pelesatrian kebudayaan Betawi. “Sampai hari ini, dia (Anies) tidak pernah sentuh,” kata Lutfi, Sabtu (2/3 /2019).

Menurutnya, perda tidak akan maksimal dijalankan bila tidak ada aturan pendukungnya berupa Pergub dari Anies. “Dua bulan dia menjabat gubernur, kami masyarakat Betawi memberi dia gelar ‘Abang Betawi’. Namun sampai saat ini, implementasi dari Perda itu terkesan setengah hati dia lakukan. Memang waktu kemarin dia mengangkat beberapa wali kota dari Betawi, tapi kita tidak bicara personlah. Kita bicara sistem yang bisa mengakomodir semua kepentingan masyarakat Betawi,” jelas Lutfi.

Presiden Jokowi pakai baju adat Betawi sambut Raja Swedia di Istana Bogor (Foto: Setpres)

Lutfi menambahkan, pihaknya akan mengerahkan seluruh kader FBR yang tersebar se-Jabodetabek untuk mendukung Jokowi-Ma’ruf di Pilpres 2019. “Kita sudah ada program jaga kampung, juga mengantisipasi berita hoaks. Kita ingin menciptakan pemilu aman dan damai. Maka kami fokus itu sambil melakukan sosialisasi kepada masyarakat,” terang Lutfi.

Pendeklarasian dukungan akan dilaksanakan pada Minggu (10/3), di Lapangan Puri Mansion, Kembangan, Jakarta Barat. Lutfi mengklaim, pendeklarasian ini akan dihadiri sekitar 20 – 30 ribu massa FBR.