fbpx
Berita

Sejak 416, Sudah 12 Kali Terjadi Tsunami di Selat Sunda

Tsunami Selat Sunda dari tahun ke tahun
Kerusakan parah akibat terjangan tsunami (Foto: BNPB)
78views

Hingga Selasa (25/12) lalu, jumlah korban tsunami
Selat Sunda terus bertambah. Menurut data dari BNPB (Badan Nasional
Penanggulangan Bencana), 429 orang meninggal dunia, 1.485 yang menderita
luka-luka, dan 154 orang masih belum ditemukan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan
Geofisika mengatakan bahwa erupsi anak Gunung Krakatau ditengarai sebagai
penyebab dari tsunami yang melanda pesisir Banten dan Lampung. Erupsi
diperkirakan terjadi pada pukul 21.17 WIB dan mengakibatkan gelombang arus
pasang naik.

Peristiwa ini tentu saja merupakan pukulan
tersendiri untuk Indonesia. Jika diperhatikan baik-baik, bukan baru kali ini
terjadi bencana alam menjelang akhir tahun. Beberapa tahun yang lalu pun telah
terjadi bencana alam yang menyebabkan kerusakan parah dan merenggut nyawa
hingga ribuan orang di beberapa wilayah di Indonesia.

Tsunami Selat Sunda dari tahun ke tahun
Vila Tamaro di Pantai Carita luluh lantak (Foto: Antara)

Khusus untuk peristiwa tsunami, seperti
dicatat dalam jurnal Geologi Indonesia
Volume III 4 Desember 2008—
dalam artikel yang ditulis oleh Yudhicara dan K.
Budiono berjudul “Tsunamigenik di Selat Sunda: Kajian Terhadap Katalog Tsunami
Soloviev”, tsunami di Selat Sunda telah terjadi 12 kali. Sebelas di antaranya
terjadi dalam kurun waktu dari tahun 416—1958. Ada beberapa faktor penyebabnya.
Salah satunya adalah aktivitas gunung berapi atau yang menjadi cikal bakal
Gunung Krakatau.

Dari jurnal itu diketahui bahwa tsunami yang
terjadi akibat erupsi gunung api bawah laut Krakatau terjadi pada tahun 416,
1883, dan 1928. Tsunami yang terjadi karena gempa bumi terjadi pada 1722, 1852,
dan 1958. Sementara tsunami karena kegagalan lahan berupa longsoran baik di
kawasan pantai maupun di dasar laut terjadi pada tahun 1851, 1883, dan 1889.

Baca :   Ini Hasil Elektabilitas Capres-Cawapres Terbaru dari 7 Lembaga Survei, Siapa paling Tinggi?

Tsunami Selat Sunda dari tahun ke tahun
Anak Gunung Krakatau (Foto: Liputan6.com)

Sepanjang sejarah letusan, busur gunung api bawah laut
Krakatau telah mengalami empat tahap pembangunan dan tiga tahap penghancuran.
Kondisi geologi dasar laut Selat Sunda tergolong labil. Penyebabnya adalah perkembangan
struktur geologi aktif yang membentuk terban. Terban ini berpotensi menimbulkan
longsor akibat gempa bumi.

Sejarah mencatat bahwa letusan gunung berapi hingga
menyebabkan tsunami terjadi pada tahun 1883. Ketika itu, letusan Gunung
Krakatau menarik perhatian dunia karena material yang dikeluarkan menyebabkan
tsunami di Sumatera bagian selatan dan Jawa Barat bagian barat. Sedikitnya
36.000 jiwa meninggal dunia akibat letusan dan gelombang tsunami.