fbpx
Berita

Satu WNI Korban Teror di New Zealand Meninggal Dunia

WNI menjadi korban aksi brutal di masjid di New Zealand
Warga Christchurch meletakkan karangan bunga di depan masjid (Foto: Getty Images)
124views

Penembakan brutal Brenton Tarrant, warga Australia berusia 28 tahun, di 2 masjid di kota Christchurch, New Zealand, pada Jumat (15/3) lalu adalah sebuah teror atas kemanusiaan. Nyawa 49 orang melayang: 41 orang tewas di Masjid Al Noor, 7 orang di Masjid Linwood, dan 1 orang tewas di rumah sakit setempat. Sementara itu, 48 orang mengalami luka-luka, tapi hanya 39 orang yang dirawat di rumah sakit. Dari 39 orang itu, 11 orang di antaranya menjalani perawatan intensif.

Dari 49 orang itu, 1 di antaranya diketahui merupakan warga negara Indonesia (WNI). Kroban bernama Lilik Abdul Hamid ini sebelumnya dilaporkan hilang.

“KBRI Wellington menerima kabar pukul 22.10 bahwa WNI a.n. Bapak Lilik Abdul Hamid (Pak Lilik) yang sebelumnya dilaporkan hilang, saat ini, telah dikonfirmasi menjadi salah satu korban meninggal dunia dalam peristiwa penembakan di Christchurch.” Demikian keterangan yang diterima dari Duta Besar RI untuk New Zealand, Tantowi Yahya, Sabtu (16/3) lalu.

Tantowi telah mengunjungi keluarga almarhum Lilik di Christchurch untuk memberikan dukungan. Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, juga telah menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada istri almarhum, Nina Lilik Abdul Hamid. Setelah meninjau lokasi penembakan, Masjid Al-Noor, Tantowi berdoa bersama masyarakat untuk korban dan keluarga yang ditinggalkan di Taman Hagley Park.

Baca :   Pelaku Teror di Masjid di New Zealand Dijerat dengan Dakwaan Pembunuhan
WNI menjadi korban aksi brutal di masjid di New Zealand
Para korban dibawa ke rumah sakit (Foto: REUTERS)

Sebelumnya, Tantowi dan tim konsuler KBRI Wellington telah menjenguk WNI yang juga menjadi korban penembakan brutal di Masjid Linwood, Zulfirman Syah dan anaknya, di Christchurch Public Hospital. Zulfirman telah menjalani multiple operations dan saat ini masih terus mendapatkan perawatan intensif.

“Kondisi anak dari Bapak Zulfirman Syah yang juga tertembak, saat ini, diketahui sudah stabil,” kata Tantowi.

Anak Zul terkena tembakan di bagian punggung dan kaki. Keadaannya semakin membaik. Sementara Zul harus menjalani operasi lagi setelah operasi pertama untuk mengeluarkan peluru yang menembus paru-parunya.

WNI menjadi korban aksi brutal di masjid di New Zealand
Korban yang meninggal berjumlah 49 orang (Foto: REUTERS)

KBRI Wellington mengapresiasi upaya bersama para WNI di Christchurch dalam membantu istri Zulfirman Syah selama Zulifirman dan anaknya menjalani perawatan di Christchurch Public Hospital. KBRI Wellington telah membentuk posko sementara pascatragedi penembakan. Posko ini bekerja selama 24 jam sejak Jumat (15/3) lalu. Posko bertugas memantau perkembangan situasi dan membantu WNI yang membutuhkan bantuan sehubungan dengan peristiwa penembakan di Christchurch.