fbpx
Berita

Prabowo-Sandi Tolak Hasil Pilpres 2019

Prabowo Subianto (Foto: detikcom)
468views

Tidak lama setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan hasil Pilpres 2019 bahwa pasangan nomor urut 01, Joko Widodo-Ma’ruf Amin menjadi pemenang, capres nomor urut 02, Prabowo Subianto, mengambil sikap. Dia menyatakan menolak hasil Pilpres 2019 karena menduga terjadi kecurangan.

“Kami, pihak paslon 02, menolak semua hasil penghitungan suara Pilpres yang diumumkan oleh KPU pada tanggal 21 Mei 2019 dini hari tadi,” katanya dalam jumpa pers didampingi Sandiaga Uno di Jl Kertanegara 4, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (21/5).

Berikut pernyataan lengkapPrabowo Subianto: 

Izinkan saya, atas nama pasangan capres-cawapres 02, dalam rangka Pemilu tahun 2019 ini, untuk membacakan statement yang kami susun untuk menanggapi pengumuman KPU dini hari, tadi pagi sekitar jam 2 pagi. Senyap-senyap begitu. Di saat orang masih tidur atau belum tidur.

Seperti yang telah disampaikan pada pemaparan kecurangan pemilu 2019 di Hotel Sahid Jaya pada tanggal 14 Mei 2019 yang lalu, kami, pihak pasangan calon 02, tidak akan menerima hasil penghitungan suara yang dilakukan oleh KPU selama penghitungan tersebut bersumber pada kecurangan.

Pihak paslon 02 juga telah menyampaikan untuk memberi kesempatan kepada KPU untuk memperbaiki seluruh proses sehingga benar-benar mencerminkan hasil Pemilu yang jujur dan adil. Namun, hingga pada saat terakhir, tidak ada upaya yang dilakukan KPU untuk memperbaiki proses tersebut.

Oleh karena itu, sesuai dengan apa seperti yang pernah kami sampaikan pada kesempatan tanggal 14 Mei 2019 yang lalu di Hotel Sahid Jaya, kami pihak paslon 02 menolak semua hasil penghitungan suara Pilpres yang diumumkan oleh KPU pada tanggal 21 Mei 2019 dini hari tadi. Di samping itu, pihak paslon 02 juga merasa pengumuman rekapitulasi hasil tersebut dilaksanakan pada waktu yang janggal di luar kebiasaan.

Dua, pihak paslon 02 akan terus melakukan seluruh upaya hukum sesuai konstitusi dalam rangka membela kedaulatan rakyat yang hak-hak konstitusinya dirampas pada pemilu 2019 ini.

Tiga, menyerukan kepada seluruh komponen masyarakat, relawan, pendukung dan simpatisan paslon 02 untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban umum serta selalu menjaga agar aksi-aksi menyampaikan pendapat di depan umum selalu dilaksanakan dengan damai, berakhlak dan konstitusional.

Demikian statement kita. Saya kira cukup jelas sikap kami pada tanggal 14 Mei di Hotel Sahid Jaya, juga pernyataan-pernyataan kami sesudah itu.

Saya kira itu bisa menjadi pegangan untuk mengetahui sikap kita ke depan. Bahwa ada upaya hukum dan upaya konsitusional lainnya, itu akan kami laksanakan untuk membuktikan kepada rakyat bahwa kita sungguh-sungguh, benar-benar menjunjung tinggi kehidupan hukum dan kehidupan demokrasi. 

Saya kira demikian dari saya. Terima kasih.