fbpx
Berita

Prabowo Deklarasikan Kemenangan Lagi, Kali Ini Ada Sandiaga Uno

Prabowo-Sandi deklarasi kemenangan Pilpres 2019
Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mendeklarasikan kemenangan mereka (Foto: detikcom)
144views

Beberapa jam setelah pencoblosan, Rabu (17/4) lalu, Prabowo Subianto mendeklarasikan kemenangannya. Malam itu, dia mengklaim kemenangan tanpa kehadiran calon wakil presidennya, Sandiaga Uno. Dia mengatakan bahwa saat ini dia sudah dan akan menjadi presiden.

Sore ini, Kamis (18/4), Prabowo kembali mendeklarasikan kemenangannya. Namun, kali ini, dia melakukannya bersama Sandiaga Uno.

“Saya ulangi, pada hari ini, saya, Prabowo Subianto, menyatakan bahwa saya dan Saudara Sandiaga Uno mendeklarasikan kemenangan sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI tahun 2019-2024 berdasarkan penghitungan lebih dari 62 persen hitungan real count,” katanya di kediamannya di Jl. Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Prabowo-Sandi deklarasi kemenangan Pilpres 2019
(Foto: detikcom)

Prabowo punya alasan mengapa mendeklarasikan kemenangannya lebih cepat sekalipun hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei menunjukkan bahwa pasangan Jokowi-Amin unggul dalam perolehan suara. Alasannya adalah ada banyak kecurangan yang terjadi dalam pelaksanaan pemilu ini.

“Kami mohon janganlah kemenangan yang kita peroleh dengan izin Tuhan Yang Maha Kuasa menjadikan kita bersikap jemawa dan sikap lain yang berlebihan. Ini saat yang tepat kita anak bangsa untuk segera mempererat tali persaudaraan kita,” katanya.

Baca :   Fakta tentang Gempa dan Tsunami yang Menghancurkan Palu dan Donggala
Prabowo-Sandi deklarasi kemenangan Pilpres 2019
(Foto: detikcom)

Selain Sandiaga Uno, hadir juga dalam deklarasi dan jumpa pers ini, antara lain, Syarief Hasan, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Amin Rais, dan Rachmawati Soekarnoputri. Sandiaga sendiri tidak mengeluarkan sepatah kata pun. Dia hanya mengacungkan dua jari saat Prabowo berpekik “merdeka”.

“Kami jadi presiden seluruh rakyat Indonesia, demi kekayaan bangsa Indonesia dan NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945,” katanya.