fbpx
Berita

Polri: Yang Bikin Gaduh dengan Hoax Terancam 10 Tahun Penjara

Ancaman penjara 10 tahun untuk penyebar hoax
Ratna Sarumpaet (Foto: detikcom)
117views
Waktu baca : 2 menit

Polisi tidak berhenti sekalipun Ratna Sarumpaet sudah mengaku bahwa ia berbohong. Penyelidikan masih terus dilakukan. Polisi akan menyelidiki semua pihak yang berhubungan dengan hoax ini.

“Saya sudah mendengarkan penyidik Polda Metro Jaya. Mereka berkomitmen akan menuntaskan, segera mengumpulkan bahan-bahan keterangan dan membuat gambaran lebih jelas, sehingga peran orang per orang jelas,” kata Kadiv Humas Polri, Irjen Setyo Wasisto, di Amos Cozy Hotel, Jl Melawai, Jakarta Selatan, Kamis (4/10).

Ancaman penjara 10 tahun untuk penyebar hoax
Fadli Son menjenguk Ratna Sarumpaet (Foto: Istimewa)

Terkait hoax ini, kepolisian menerima 6 buah laporan. Lima laporan terkait dugaan penyebaran berita bohong. Satu laporan lagi tentang permintaan polisi mengungkap dugaan penganiayaan.

Setyo mengatakan bahwa polisi akan memanggil sejumlah orang atas terkait penyebaran hoax ini. Polisi akan melakukan konstruksi penyebaran hoax tentang penganiayaan aktivis itu.

“Nah, potongan-potongan gambar ini informasi, keterangan adalah barang bukti menjadi gambaran utuh. Nanti kita tahu si A peran apa, si B peran apa, si C peran apa,” katanya di Amos Cozy Hotel, Jl Melawai, Jakarta Selatan, Kamis (4/10).

Ancaman penjara 10 tahun untuk penyebar hoax
Kadiv Humas Polri, Irjen Setyo Wasisto (Foto: detikcom)

Para saksi akan segera dikumpulkan, termasuk meminta keterangan Ratna Sarumpaet sendiri. Ancaman pidana bagi penyebar hoax yang membuat keonaran maksimal 10 tahun penjara.

“Tentang ancaman hukumannya, kita bisa gunakan ancaman Pasal 14 dan 15 UU Nomor 1 Tahun 1946. Jabarannya kalau dia buat keonaran atau membuat kegaduhan dengan menyebarkan berita hoax, ancamannya 10 tahun. Atau kita bisa gunakan juga dengan UU ITE kalau dia menyebarluaskan dengan teknologi,” jelasnya.

Facebook Comments