fbpx
Berita

Perjalanan Leukemia Ani Yudhoyono

Jenazah Ani Yudhoyono disemayamkan di KBRI Singapura (Foto: ANTARA FOTO)
116views

Hari ini, Sabtu (1/6) pukul 11. 50 waktu Singapura, Hj. Kristiani Herrawati atau yang akrab disapa Ani Yudhoyono, meninggal dunia. Dia menutup mata untuk selama-lamanya pada usia 66 tahun di National University Hospital Singapura. Leukemia mengakhiri hidupnya setelah dia berjuang sejak Februari lalu.

Berikut ini perjalanan perjuangan Ani Yudhoyono hingga menghembuskan napas terakhirnya:

Januari 2019
Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan bahwa kondisi ibunya mulai menurun pada awal tahun ini. Tepatnya setelah pulang dari Aceh dan Sumatera Utara. Ani memang selalu mendampingi suaminya ke mana pun dia pergi.

“Nah, pulang dari Aceh, kondisinya drop. Kami kira, ya, memang karena kelelahan ataupun, ya, karena perjalanan jauh. Mungkin perlu istirahat. Recovery-lah begitu,” ungkapnya.

Februari 2019
Tim dokter di RSPAD Gatot Soebroto merekomendasikan Ani Yudhoyono untuk menjalani pemeriksaan di National University Hospital, Singapura, pada 2 Februari. Di rumah sakit inilah, Ani didiagnosis menderita leukemia.

Maret 2019
Adik kandung Ani, Jenderal Pramono Edhie Wibowo, menjadi pendonor sumsum tulang belakang. Kabar itu disampaikan oleh Ketua DPP Partai Demokrat, Jansen Sitindaon.

“Barusan saya komunikasi ke Singapura. Benar bahwa adik Ibu Ani, Pak Jenderal Pramono Edhie Wibowo, mantan KSAD, yang matching dan ternyata sangat cocok untuk jadi donor Ibu Ani,” katanya, Rabu (6/3).

Beredar kabar melalui media sosial tentang penyebab leukemia yang diderita Ani Yudhoyono. Senyawa tetrakloroetilen yang digunakan dalam proses dry clean disebut-sebut sebagai penyebabnya. Namun, ahli kimia mengatakan bahwa belum ada bukti kuat tentang klaim itu.

“Sudah terbukti menyebabkan kanker pada binatang uji, tetapi belum banyak bukti pada manusia. Senyawa ini tidak hanya bisa menyebabkan kanker darah, tapi juga bisa menyebabkan penyakit kanker ginjal, liver, pankreas, kanker serviks, dan lainnya,” kata Dr. Eng Agus Haryono dari Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Baca :   KPK Tetapkan Ketua Umum PPP Tersangka Suap Seleksi Jabatan Kementerian Agama


Mei 2019
Pada akhir Mei 2019, Ani Yudhoyono masuk ICU (Intensive Care Unit). Pasalnya, kondisi kesehatan Ani kembali menurun.

“Sebagaimana diketahui, selama tiga bulan terakhir, Ibu Ani harus menjalani perawatan di ruang karantina khusus untuk menghindari terjadinya infeksi virus dan bakteri yang berpotensi mengganggu proses pengobatan yang sedang dilakukan,” kata AHY dalam keterangan pers.

Juni 2019
Ani Yudhoyono menghembuskan napas terakhirnya pada 1 Juni 2019 sekitar pukul 11.50 waktu Singapura. Kabar duka itu pertama kali diketahui melalui unggahan Andi Arief, politisi Partai Demokrat, dalam akun media sosialnya.

“Innalillahi wainnailaihi rojiun. Telah meninggal dunia Ibu Ani pada pukul 11.50 waktu Singapura. Semoga almarhumah husnul khotimah,” tulisnya dalam akun Twitter-nya.