fbpx
Berita

Kronologi Aksi Brutal di Masjid di New Zealand

Kronologi aksi brutal di masjid di New Zealand
Para korban dilarikan ke rumah sakit (Foto: REUTERS)
123views

Jumat (15/3) lalu, sebuah teror atas kemanusiaan terjadi di pusat kota Christchurch di Selandia Baru. Seorang pria bersenjata semiotomatis menembak para jemaah yang sedang menunaikan salat Jumat di dua masjid: Masjid Al Noor di pusat kota dan Masjid Linwood di pinggir kota. Korban tewas berjumlah 49 orang: 41 orang di Masjid Al Noor, 7 orang di Masjid Linwood, dan 1 orang di Rumah Sakit Christchurch.

Penembakan pertama berlangsung di Masjid Al Noor, di pusat kota Christchurch. Pria bernama Brenton Tarrant itu, seperti dilansir BBC World, menyiarkan secara langsung aksi penembakannya melalui Facebook dengan perangkat kamera yang dipasang di kepala. Tayangan menunjukkan Tarrant itu menembaki pria, wanita, dan anak-anak di dalam masjid dari jarak dekat dengan senjata api semiotomatis.

Kronologi aksi brutal di masjid di New Zealand
(Foto: BBC)

Tayangan dimulai dari kawasan industri di Leslie Hills Drive, sebelah barat Masjid Al Noor. Tampak dia mengendarai mobil dari Mandeville Street dan Blenheim Road menuju pusat kota, kemudian berbelok ke utara menuju Deans Avenue. Beberapa menit kemudian, dia memarkir mobil di jalur sebelah masjid dan menempatkan kendaraan menghadap Deans Avenue.

Baca :   Ini Hasil Survei SMRC: Mayoritas Publik Tak Percaya Hoax tentang Jokowi

Turun dari mobil, dia lalu memilih senjata dari dalam bagasi, dan berjalan menuju gedung sembari melepaskan tembakan ke arah jemaah. Ini terjadi sekitar pukul 13.40 waktu setempat (07.40 WIB)

Enam menit kemudian, dia mengemudi melintasi Deans Avenue, memutari Botanic Gardens ke Bealey Avenue. Di sini, tayangan kamera berhenti. Serangan kedua berlangsung beberapa saat kemudian di Masjid Linwood, 5 km dari Masjid Al Noor dan sebelah timur dari pusat kota.

Kronologi aksi brutal di masjid di New Zealand
Masjid Al Noor (Foto: EPA)

Tayangan menunjukkan bahwa Tarrant berpindah dari satu ruangan ke ruangan lainnya sembari menembaki orang-orang di dalam masjid.

Dia menyisir ruangan pria maupun ruangan wanita. Sejumlah saksi mata mengungkapkan kepada media setempat bahwa mereka berlari menyelamatkan diri dan melihat orang-orang berdarah terkapar di tanah di luar masjid.

“Tubuh-tubuh bergelimpangan,” kata seorang pria.