fbpx
Berita

KPK Tetapkan Ketua Umum PPP Tersangka Suap Seleksi Jabatan Kementerian Agama

Muhammad Romahurmuziy, Ketua Umum Partai Persatuan pembangunan, menjadi tersangka
Muhammad Romahurmuziy, Ketua Umum Partai Persatuan pembangunan (Foto: Instagram)
40views

Setelah melakukan penyelidikan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KP) akhirnya menetapkan Muhammad Romahurmuziy, Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), menjadi tersangka dalam perkara dugaan suap seleksi jabatan di lingkungan Kementerian Agama pada tahun 2018-2019. Dalam hal ini, Romy menjadi penerima suap.

“KPK telah menyelesaikan penyelidikan dan setelah ditemukan bukti permulaan yang cukup, KPK menaikkan status perkara ini ke tingkat penyidikan,” kata Laode Muhammad Syarif, Wakil Ketua KPK, di kantor KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (16/3).

KPK juga menetapkan 2 orang lainnya, yang ikut ditangkap bersama Romy dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Jalan Raya Juanda, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, sebagai tersangka. Mereka adalah Haris Hasanudin, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur, dan Muhammad Muafaq Wirahadi, Kepala Kantor Kementerian Agama Gresik. Mereka diduga sebagai pemberi suap.

Muhammad Romahurmuziy, Ketua Umum Partai Persatuan pembangunan, menjadi tersangka
Romy meninggalkan gedung KPK dengan rompi kuning (Foto: detikcom)

Dalam perkara suap ini, KPK menduga bahwa Romy bersama-sama dengan pihak Kementerian Agama menerima suap untuk mempengaruhi hasil seleksi jabatan pimpinan tinggi di Kementerian Agama. Kasus ini bermula ketika Muhammad Muafaq dan Haris Hasanudin mengikuti proses seleksi secara terbuka melalui Sistem Layanan Lelang Jabatan Calon Pemimpin Tinggi. Selama proses seleksi, diduga ada pertemuan antara Romy, Muhammad Muafaq, Haris Hasanudin, dan pihak lain. Romy diduga diminta untuk mengurus proses seleksi.

Selanjutnya, pada 6 Februari 2019, Haris Hasanudin menyambangi rumah Romy dan menyerahkan uang sebesar Rp250 juta.

Baca :   Peta Kekuatan Jokowi vs Prabowo dalam 5 Survei Terakhir Menjelang 17 April

“Ini kami duga pemberian pertama,” kata Laode.

Pada pertengahan Februari 2019, pihak Kementerian Agama menerima informasi bahwa nama Haris Hasanudin tidak termasuk ke dalam tiga nama yang diusulkan kepada Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, karena dia diduga pernah mendapat hukuman disiplin sebelumnya. KPK menduga telah terjadi kerja sama agar Haris Hasanudin lolos dalam proses seleksi itu.

Muhammad Romahurmuziy, Ketua Umum Partai Persatuan pembangunan, menjadi tersangka
(Foto: ANTARA FOTO)

Pada 12 Maret, Haris pun terpilih dan dilantik.

“Selang tiga hari kemudian, 15 Maret, Muhammad Muafaq dan Haris Hasanudin bertemu lagi dengan Romy untuk menyerahkan uang Rp50 juta terkait seleksi jabatan Muhammad Muafaq,” terang Laode.

Dalam kasus ini, Romy, sebagai penerima suap, disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 UU Pemberantasan Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUPH pasal 64 ayat 1 KUHP. Sedangkan Muhammad Muafaq dan Haris Hasanudin sebagai pemberi suap disangka melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 UU Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP.