fbpx
Berita

Korban Tsunami Selat Sunda: 429 Tewas, 154 Hilang

Jumlah korban tsunami Selat Sunda terus bertambah
Rumah-rumah warga hancur karena terjangan tsunami (Foto: Tribunnews.com)
228views

Sabtu (22/12) lalu, sebagian wilayah di Banten dan
Lampung Selatan dihantam tsunami. Tsunami terjadi karena aktivitas vulkanik anak
Gunung Krakatau.

“Erupsi anak Gunung Krakatau memicu guncangan
vulkanik. Dan guncangan ini memicu terjadinya collapse lereng kepundan (kawah) gunung. Luas area yang collapse mencapai 64 hektare,” kata
Dwikorita Karnawati, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
(BMKG), di kantor BMKG, Senin (24/12) lalu, seperti dilansir tempo.co.

Tsunami di Selat Sunda ini menyebabkan 5 kabupaten
mengalami kerusakan parah hingga kehilangan sejumlah warganya. Di Banten, ada 2
kabupaten yang terdampak tsunami ini, yaitu Pandeglang dan Serang. Sementara di
Lampung, ada 3 kabupaten, yaitu Lampung Selatan, Tanggamus, dan Pesawaran.

Jumlah korban tsunami Selat Sunda terus bertambah
Lebih dari 800 rumah warga yang rugsak parah (Foto: Tirto.id)

Jumlah korban akibat tsunami ini terus bertambah. Hingga
Selasa (25/12) siang, jumlah korban yang meninggal dunia mencapai lebih dari
400 orang. Dan yang masih belum ditemukan lebih dari 150 orang.

“Sebanyak 429 orang meninggal, 1.485 orang
luka-luka, 154 orang hilang, 16.082 orang mengungsi,” kata Sutopo Purwo
Nugroho, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB, Selasa (25/12).

Baca :   Dengan Mata Berkaca-kaca, Jokowi Bilang: Zohri Orang Besar

Data tentang kerugian materiil yang timbul akibat tsunami Selat Sunda juga terus bertambah. Sebanyak 882 buah rumah yang rusak, 73 penginapan rusak, dan 60 warung rusak.

Jumlah korban tsunami Selat Sunda terus bertambah
Kerusakan di Kampung Sumur, Pandeglang (Foto: Tempo)

“Sebanyak 434 perahu dan kapal rusak, 24 kendaraan roda 4 rusak, 41 kendaraan roda 2 rusak, 1 dermaga rusak, dan 1 shelter rusak,” sambung Sutopo.

Dari beberapa daerah yang diterjang tsunami Selat Sunda, yang paling parah adalah Kabupaten Pandeglang.

“Tercatat 290 orang meninggal dunia, 1.143 luka-luka, 77 orang hilang, dan 14.395 orang mengungsi,” katanya.