fbpx
Berita

Kamu Tidak Boleh Takut Naik Pesawat!

Jangan takut naik pesawat
Ilustrasi (foto: Istimewa)
159views
Waktu baca : 2 menit

Dunia penerbangan Indonesia kembali berduka setelah Senin (29/10) lalu, Lion Air dengan nomor penerbangan JT 610 jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat. Pesawat itu sejatinya membawa 182 penumpang, 2 pilot, dan 5 kru kabin menuju Pangkal Pinang. Hingga saat ini, proses pencarian korban dan bangkai pesawat masih terus dilakukan.

Jika diperhatikan baik-baik, pada sepanjang tahun ini, sudah terjadi beberapa insiden pesawat terbang. Pada April lalu, misalnya, pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 892 tergelincir di Bandar Udara Djalaluddin Tantu, Gorontalo. Empat bulan kemudian, pesawat jenis Pilatus Porter milik PT Martha Buana Abadi jatuh di Gunung Menuk, Papua. Pada awal Oktober, pesawat Cessna Caravan 208EX-PK-JBR milik PT Jhonlin Air tergelincir di Bandar Udara Boega, Papua. Dan 8 hari sebelum Lion Air JT 610 jatuh, pesawat Wings Air menabrak ground handling equipment di landasan Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Jangan takut naik pesawat
Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Jatuhnya pesawat, tabrakan antarpesawat, ledakan di dalam pesawat, dan lainnya yang mewarnai dunia penerbangan membuat orang merasa bahwa bepergian dengan pesawat tidak lagi menyenangkan. Insiden demi insiden itu lalu menciptakan aerofobia. Istilah itu mengacu pada rasa takut yang berlebihan untuk naik pesawat.

Apakah benar bahwa saat ini moda transportasi udara tidak lagi aman? Christopher Paul Jones, seorang terapis dan psikolog dari Inggris, mengatakan sebaliknya. Jika dibandingkan dengan moda tranportasi lainnya, moda transportasi udara masih menjadi moda tranportasi paling aman.

Jangan takut naik pesawat
Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Mengapa demikian? Menurut Jones, kemungkinan untuk mengalami kecelakaan ketika terbang adalah 1:11.000.000 kejadian. Perbandingan ini jauh lebih kecil dari peluang kecelakaan mobil, yakni 1:200 menurut Lembaga Kesehatan Dunia (WHO).

Kalau begitu, mengapa aerofobia bisa muncul? Salah satu penyebabnya adalah pemberitaan tanpa henti media massa. Bagaimana tidak, sebuah kecelakaan burung bese yang menewaskan seluruh penumpang dan para kru bisa menjadi berita utama (headline). Dan peristiwa itu diberitakan selama berhari-hari.

Jangan takut naik pesawat
Ilustrasi (Foto: Life Wire)

Mengapa peristiwa itu menjadi berita utama selama beberapa hari? Salah satu alasannya adalah karena peristiwa seperti itu jarang terjadi. Bandingkan dengan kecelakaan lalu lintas yang hampir terjadi setiap hari.

“Ada 100.000 penerbangan per hari. Bayangkan jika dibandingkan dengan berapa banyak kecelakaan yang terjadi di jalanan. Masih banyak di darat ketimbang di udara,” katanya seperti dilansir Express.co.uk.

Facebook Comments