fbpx
Berita

Jokowi: Stop Uninstall Bukalapak

Jokowi minta masyarakat berhenti melakukan uninstall Bukalapak
Presiden Jokowi (Foto: Liputan6.com)
118views

Kampanye #Uninstall Bukalapak menjadi trending topic di Twitter segera setelah cuitan CEO Bukalapak, Achmad Zaky, mengenai industri 4.0 viral pada Kamis (14/2) lalu. Kampanye itu adalah wujud kekecewaan masyarakat atas kekeliruan yang dilakukan Zaky. Pasalnya, Zaky dinilai telah mencampuradukan politik dengan bisnis. Tambahan lagi, Zaky menggunakan data tahun 2013 untuk mengkritik pemerintah saat ini.

Melalui akun Twitter-nya, Zaky telah meminta maaf kepada para pendukung Jokowi. Namun, permintaan maafnya itu tidak lantas menghilangkan gerakan #UninstallBukalapak. Bahkan yang terjadi justru sebaliknya. Kampanye itu semakin menjadi-jadi.

Jokowi turun tangan untuk menyelesaikan masalah itu. Jokowi melihat bahwa seharusnya startup karya anak bangsa didukung. Oleh karena itulah ia mengundang Zaky ke Istana Merdeka, Sabtu (16/2) pagi.

Jokowi minta masyarakat berhenti melakukan uninstall Bukalapak
(Foto: Antara)

Jokowi didampingi Pramono Anung, Sekretaris Kabinet, dan Teten Masduki, Koordinator Staf Khusus Presiden. Dalam pertemuan itu, Zaky meminta maaf atas cuitannya dan Jokowi menegaskan komitmen pemerintah untuk mendukung UMKM.

Baca :   Fakta tentang Gempa dan Tsunami yang Menghancurkan Palu dan Donggala

Setelah pertemuan itu, Jokowi meminta masyarakat untuk berhenti melakukan uninstall aplikasi Bukalapak.

“Saya mengajak hari ini untuk menghentikan, untuk stop uninstall Bukalapak. Stop,” katanya di depan Istana Merdeka.

Seperti diketahui, Indonesia memiliki 4 perusahaan perintis atau startup yang sudah berstatus unicorn atau memiliki valuasi di atas US$1 miliar atau Rp13,8 triliun. Keempat startup itu adalah Gojek, Traveloka, Tokopedia, dan Bukalapak. Menurut Jokowi, startup karya anak Indonesia itu harus didukung agar bisa berkompetisi dengan startup dari negara lain.