fbpx
Berita

Jokowi Dianggap Serang Prabowo secara Personal, TKN: Mau Rahasiakan Rekam Jejak?

Jokowi tidak menyerang Prabowo secara personal
Presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto bersalaman setelah debat (Foto: Liputan6.com)
286views

Pernyataan Jokowi tentang begitu luasnya tanah Prabowo di Kalimantan dan Aceh dalam debat kedua Pilpres 2019 pada Minggu (17/2) malam lalu masih dipersoalkan hingga hari ini. Tim BPN (Badan Pemenangan Nasional) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno protes. Menurut mereka, Jokowi menyerang Prabowo secara personal, hal yang mana dilarang dalam debat.

Johnny G Plate, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, menilai bahwa pernyataan capres petahana tentang HGU (Hak Guna Usaha) lahan di Aceh dan Kalimantan yang dimiliki Prabowo sama sekali bukanlah serangan personal.

“Keterbukaan informasi tentang paslon menjadi hal yang penting bagi konstituen. Menghalangi keterbukaan informasi paslon kepada publik berpotensi dianggap sebagai merahasiakan rekam jejak paslon. Ada apa dengan itu? Mau rahasiakan rekam jejak paslon?” katanya kepada wartawan, Selasa (19/2).

Jokowi tidak menyerang Prabowo secara personal
Presiden Jokowi (Foto: ANTARA FOTO)

Apa yang dilakukan Jokowi itu, sambungnya, tidak melanggar undang-undang atau aturan terkait pemilu.

“Itu sebagai bagian dari rekam jejak dan latar belakang profesional paslon baik dalam berbagai penugasan negara maupun dalam bidang usaha atau bisnis. Dan tentu itu tidak melanggar undang-undang atau aturan terkait pemilu,” ujarnya.

Dengan mengatakan hal itu, menurutnya, Jokowi ingin menyampaikan pesan tentang pentingnya redistribusi lahan untuk rakyat maupun kelompok masyarakt kecil sebagai bagian dari keberpihakan kepada rakyat. Sejauh ini, rakyat merasa senang pada keberpihakan Jokowi dengan bagi-bagi sertifikat tanah.

“Konteks yang ingin disampaikan bahwa Pak Jokowi melakukan redistribusi lahan kepada rakyat dan kelompok masyarakat kecil sebagai wujud nyata dari kebijakan yang berpihak pada rakyat dengan tetap menghormati komitmen negara yang telah diberikan kepada korporasi dalam bentuk HGU atau bentuk lainnya dalam berbagai jenis investasi seperti HPH, HTI maupun perkebunan seperti sawit,” jelasnya.

Baca :   Prabowo Klaim Menang 62%, BPN Tidak Tahu Ahli Statistik di Belakang Prabowo
Jokowi tidak menyerang Prabowo secara personal
Prabowo Subianto (Foto: Kompas.com)

Sementara itu, menurutnya, Prabowo justru bersikap sebaliknya. Mantan Danjen Kopassus itu berbicara tentang pasal 33 UUD 1945. Namun, pada kenyataannya, ia menguasai lahan besar di luar Jawa.

“Pada sisi lain, memang tampak hal yang paradoks pada saat Pak Prabowo bicarakan tentang amanat pasal 33 UUD 45. Pada saat yang bersamaan, ia menguasai lahan dengan luas yang sangat besar,” katanya.

Menurut pengamat komunikasi politik dari Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang, Mikhael Bataona, Jokowi tak menyerang Prabowo secara personal ketika mengungkapkan penguasaan lahan oleh Prabowo. Dia membandingkannya dengan apa yang dilakukan Donald Trump dalam pilpres 2 tahun silam dan tidak dianggap sebagai serangan personal.

“Di Amerika Serikat, pada pilpres 2 tahun silam, Donald Trump menyerang Hillary Clinton soal dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh suaminya, mantan Presiden Amerika Serikat, Bill Clinton,” katanya seperti dilansir detikcom.