fbpx
Berita

Jokowi: Anggaran Riset Sudah Gede

Jokowi: Anggaran Riset sudah besar
Presiden Jokowi (Foto: Biro Pers Setpres)
115views

Achmad Zaky, CEO Bukalapak, menggunakan data tahun 2013 untuk mengkritik pemerintah saat ini. Dari data itu, terlihat jelas bahwa anggaran research and development (R&D) Indonesia sangat kecil jika dibandingan dengan negara lain. Hanya US$2 miliar. Sementara negara Asia lainnya seperti Singapura dan Malaysia masing-masing mencapai US$10 miliar.

Kritikan itu langsung dijawab Presiden Joko Widodo pada Sabtu (16/2) pagi. Menurut capres petahana itu, anggaran untuk R&D sudah dilipatgandakan jumlahnya.

“Anggaran riset dan pengembangan mencapai Rp26 triliun pada tahun ini. Jadi, sudah gede anggarannya sebetulnya,” katanya di Istana Merdeka, Sabtu (16/2) siang.

Achmad Zaky minta maaf kepada Jokowi
(Foto: tangkapan layar)

Anggaran tersebut tersebar ke berbagai kementerian/lembaga (K/L) karena riset dan pengembangan dilakukan oleh masing-masing K/L. Padahal seharusnya anggaran riset itu terintegrasi oleh satu badan atau lembaga sendiri.

“Tetapi ini seharusnya sebuah kelembagaan besar agar arahnya jelas, tembakannya tepat, sehingga inovasi di negara ini bisa muncul. Sekarang, karena tersebar di K/L, fokusnya ke mana-mana,” imbuhnya.

Ia memang pernah mewacanakan akan membentuk sebuah lembaga bertajuk Badan Riset Nasional untuk mengelola dan menjadi tulang punggung sektor kerisetan di tingkat nasional. Namun, sampai hari ini, rencana itu masih belum direalisasikan. Meskipun demikian, ia akan terus berusaha untuk meningkatkan anggaran riset. Ia juga meminta pihak swasta untuk ikut ambil bagian pada pengembangan riset. Dengan begitu, riset yang dilakukan tidak bertumpu pada pemerintah saja, tetapi juga bisa berkembang sesuai dengan kebutuhan industri secara langsung, termasuk perdagangan elektronik (e-commerce).

Baca :   Sejak 416, Sudah 12 Kali Terjadi Tsunami di Selat Sunda

“Intinya, kita harus mendorong dan mendukung baik yang namanya Gojek, Traveloka, Tokopedia, dan Bukalapak untuk memajukan ekonomi kita. Juga semua startup (perusahaan rintisan),” katanya.

Jokowi minta masyarakat berhenti melakukan uninstall Bukalapak
(Foto: Antara)

Untuk mendorong pengembangan riset oleh swasta, pemerintah terus mematangkan kebijakan pemberian insentif pajak terhadap pelaku usaha yang memberi kontribusi pada riset nasional.

“Itu masih dalam proses dibicarakan untuk diberikan super deduction tax dalam rangka pengembangan sumber daya manusia dan inovasi,” jelasnya.

Dalam kebijakan super deduction tax, pengurangan pajak akan diberikan kepada perusahaan yang berkontribusi pada bidang vokasi dan riset. Pengurangan berlaku untuk Pajak Penghasilan (PPh) Badan di atas 100 persen, sehingga PPh yang dibayar badan usaha jadi lebih kecil.