fbpx
Berita

Ini Hasil Survei SMRC: Mayoritas Publik Tak Percaya Hoax tentang Jokowi

Hasil survey SMRC: mayoritas publik tidak percaya hoax tentang Jokowi
Presiden Jokowi (Foto: Jawa Pos)
120views

Harus diakui bahwa ada begitu banyak hoax tentang capres petahana, Presiden Joko Widodo, yang beredar saat ini. Yang teranyar adalah hoax tentang akan dilegalkannya pernikahan sesama jenis jika sang petahana menang dalam pilpres 2019 ini. Hoax seperti itu memang sangat merugikan sang petahana.

Menariknya adalah mayoritas masyarakat tak percaya pada semua hoax itu. Hal ini diketahui melalui hasil survei nasional Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC). Survei itu melibatkan 2.820 responden yang memiliki hak pilih pada Februari-Maret dengan margin of error plus minus 2%.

“Masyarakat ternyata cukup selektif dan tidak menerima begitu saja berita negatif yang disiarkan tentang Jokowi,” kata Direktur SMRC, Djayadi Hanan, seperti dikutip dari laman resminya, Minggu (17/3).

Hasil survey SMRC: mayoritas publik tidak percaya hoax tentang Jokowi
Capres dan cawapres 01 (Foto: Istimewa)

Dalam survei ini, SMRC memberikan tiga pertanyaan terkait hoax atau fake news terkait Jokowi. Pertama, hoax tentang Jokowi terkait Partai Komunis Indonesia (PKI). Sebanyak 72,5% responden menyatakan tidak setuju dan 5,6% responden setuju. Sebanyak 21,8% tak menjawab atau tidak tahu.

Kedua, isu bahwa Jokowi adalah kaki tangan Republik Rakyat China (RRC). Mayoritas responden (69,2%) menyatakan tak sepakat, 10% lainnya setuju pada hoax itu, dan 20,7% lainnya tak menjawab atau tidak tahu.

Ketiga, isu bahwa Jokowi adalah anti Islam. Sebanyak 76% responden menyatakan tak setuju, 6% mengaku setuju, dan 17,9% tak menjawab atau mengaku tak tahu.

Baca :   Pemerintah Kucurkan Rp90 Miliar untuk Bangun "Markas Avengers"
Hasil survey SMRC: mayoritas publik tidak percaya hoax tentang Jokowi
Capres dan cawapres 02 (Foto: Istimewa)

“Opini-opini negatif tentang latar belakang Jokowi dan tindakan-tindakannya yang sering muncul di media massa, terutama media sosial, sejauh ini diyakini oleh relatif sedikit warga,” kata Djayadi.

Lewat analisis multivariate SMRC untuk mengetahui dampak relatif kondisi ekonomi, identitas dan mobilisasi identitas serta fake news, ditemukan fakta bahwa fake news lebih terkait dengan pasangan 02.

“Pasangan 01 lebih berhubungan dengan persoalan rasional kondisi ekonomi. Sementara pasangan 02 lebih berhubungan dengan identitas, mobilisasi identitas, dan fake news,” tulis SMRC.

Hasil survey SMRC: mayoritas publik tidak percaya hoax tentang Jokowi
Info Grafis (Foto: CNN Indonesia)

Dari hasil survei itu diketahui bahwa kondisi ekonomi yang positif menaikkan peluang Jokowi-Ma’ruf, sekaligus menurunkan peluang Prabowo-Sandiaga untuk memenangkan pilpres.  Banyak masyarakat menganggap bahwa kondisi ekonomi nasional tahun ini lebih baik daripada tahun sebelumnya (42,3%). Sementara itu, yang menilai lebih buruk sebanyak 18% dan yang menyatakan tak ada perubahan sebesar 29%.

“Karena penilaian atas kondisi ekonomi lebih positif sekarang, maka elektabilitas petahana juga lebih baik,” tulis SMRC.

Dari survei ini, elektabilitas pasangan Jokowi-Ma’ruf mencapai 57,6%. Sementara dukungan kepada Prabowo-Sandi mencapai 31,8%.