fbpx
Berita

Dengan Rompi Tahanan KPK, Romy: Saya Merasa Dijebak

Muhammad Romahurmuziy, Ketua Umum Partai Persatuan pembangunan, menjadi tersangka
Muhammad Romahurmuziy, Ketua Umum Partai Persatuan pembangunan (Foto: TEMPO)
95views

Muhammad Romahurmuziy, Ketua Umum Partai Persatuan pembangunan (PPP), telah secara resmi ditetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka dalam perkara dugaan kasus suap jual beli jabatan dalam lingkungan Kementerian Agama. Setelah menjalani pemeriksaan, Sabtu (16/3), ia meninggalkan gedung KPK dengan baju tahanan berwarna oranye dan kacamata hitam.

“Saya merasa dijebak,” katanya

Hanya itu yang ia katakan ketika diberondong para wartawan dengan pertanyaan. Sebelum naik mobil tahanan KPK, ia sempat membagikan surat terbuka yang ia tulis sendiri. Surat sepanjang 2 halaman itu berisi 7 poin permintaan maafnya kepada seluruh masyarakat Indonesia, terutama kepada Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, dan kepada fraksinya.

Muhammad Romahurmuziy, Ketua Umum Partai Persatuan pembangunan, menjadi tersangka
Romy di dalam mobil (Foto: detikcom)

“Kepada rekan-rekan TKN Jokowi-Amin dan masyarakat Indonesia, saya mohon maaf atas kejadian menghebohkan yang tidak diinginkan ini.” Demikian bunyi salah satu permintaan Romy dalam surat itu.

Baca :   Guru Honorer yang Unggah Ancaman Bunuh Jokowi Ditangkap Polisi

Sehari sebelumnya, Jumat (15/3), Romy ditangkap di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Jalan Raya Juanda, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Ia ditangkap bersama 5 orang lain, yaitu 3 orang pejabat Kementerian Agama, 1 staf penyelenggara negara, dan 1 orang dari pihak swasta. Setelah menjalani pemeriksaan awal di Kepolisian Daerah Jawa Timur, mereka langsung diterbangkan ke Jakarta. Mereka tiba di gedung KPK Jakarta pada pukul 20.00 WIB.