fbpx
Berita

Begini Kronologi Prabowo Digugat Djohan Rp52 Miliar

Prabowo Subianto digugat Rp52 miliar
Prabowo Subianto (Foto: REUTERS)
257views

Jumat (8/3) lalu, Prabowo Subianto, capres nomor urut 02, digugat Djohan Tegus Sugianto melalui Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Gugatan itu sudah didaftar dengan nomor perkara 233/PDT.G/2019/PN.JKT.Sel. Selain Prabowo, yang juga digugat Djohan adalah PT BNI, PT TRJ, Rusnaldy selaku notaris di Jakarta, dan Nusantara International Enterprise (L) Berhad.

“Tim kuasa hukum telah mendaftarkan gugatan perdata wanprestasi terhadap Bapak Prabowo Subianto. Ini sehubungan dengan adanya perjanjian pembelian dan penjualan bersyarat saham klien kami, Djohan Teguh sebagai penggugat, 20% di Nusantara International Enterprise Berhad Malaysia,” kata Fajar Marpaung, salah satu anggota tim kuasa hukum, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jl. Ampera Raya, Jakarta Selatan, Jumat (8/3) lalu.

Masalah wanprestasi itu berawal pada Agustus 2011 lalu. Ketika itu, dilakukan perjanjian jual beli saham Djohan Teguh Susanto dan Prabowo Subianto. Prabowo membeli 20% saham Djohan di Nusantara International Enterprise Berhad Malaysia.

Prabowo Subianto digugat Rp52 miliar
Tim kuasa hukum Djohan Teguh Sugianto (Foto: detikcom)

Harga saham yang disepakati kedua belah pihak adalah Rp140 miliar. Ketika itu, Prabowo membayar uang muka sebesar Rp24 miliar. Sisanya dicicil setiap bulan sebesar Rp2 miliar selama 58 kali. Masa jatuh tempo pada 31 Juli 2016.

Cicilan itu disetorkan Prabowo ke Bank BNI sebagai bentuk pelunasan pinjaman yang dilakukan oleh Djohan. Masalahnya adalah Prabowo baru membayar sebesar Rp88 miliar. Yang belum dibayar sebesar Rp52 miliar dari total yang harus dibayar sebesar Rp140 miliar.

Baca :   Dengan Rompi Tahanan KPK, Romy: Saya Merasa Dijebak

“Baru Rp88 miliar yang disetor. Saat jatuh tempo pelunasan 31 Juli 2016, ternyata tidak diselesaikan juga pelunasannya,” kata Fajar.

Pihak BNI memberitahukan kepada Djohan bahwa Prabowo baru membayar Rp88 miliar. Dan cicilan terakhir dibayarkan pada Januari 2015.

Prabowo Subianto digugat Rp52 miliar
Surat gugatan (Foto: detikcom)

“Diingatkan klien kami (oleh BNI) untuk segera melaksanakan pembayaran itu. Kalau tidak, maka BNI akan ambil upaya hukum terhadap aset klien kami,” sambungnya.

Pada Januari 2019, BNI melayangkan teguran kedua. Jika Prabowo tidak membayar cicilan, aset perusahaan Djohan akan dieksekusi. Karena teguran BNI inilah, setelah 5 kali mengirim surat teguran kepada Prabowo, Djohan akhirnya melayangkan gugatan kepada Prabowo melalui Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

“Karena tidak ada tanggapan, kami ambil langkah gugatan untuk mendapatkan kepastian,” katanya.