fbpx
Berita

Bawaslu Tolak Laporan BPN Prabowo-Sandi tentang Dugaan Kecurangan TSM

Bawaslu (Foto: Kompas.com)
118views

Ketua BPN Prabowo-Sandi, Djoko Santoso, dan Hanafi Rais selaku Sekretaris BPN Prabowo-Sandi bersama Direktur Advokasi dan Hukum BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Sufmi Dasco Ahmad, melaporkan lima dugaan pelanggaran pemilu. Jumat (10/5) lalu, BPN Prabowo-Sandiaga menyampaikan satu laporan ke Bawaslu.

“Melaporkan salah satu dari materi yang akan dilaporkan. Jadi, ada lima laporan yang akan dilaporkan. Tapi hari ini baru satu,” kata Dasco di Bawaslu RI, Jakarta Pusat.

Hanafi Rais (Foto: detikcom)

Salah satu bentuk pelanggaran pemilu yang terstruktur, sistematis, dan masif adalah penggunaan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk pemenangan salah satu calon presiden.

“Yang pada pokoknya adalah penggunaan ASN bagi pemenangan capres, sehingga tadi sudah dilaporkan dan sudah diterima oleh Bawaslu RI pada pukul 11 siang tadi,” jelasnya. 

Sufmi Dasco (Foto: kompas.com)

Ternyata laporan tim BPN Prabowo-Sandi itu tidak diterima oleh Bawaslu. Alasannya adalah tidak adanya bukti yang diajukan. 

“Menetapkan, menyatakan laporan dugaan pelanggaran administratif pemilu TSM tidak dapat diterima,” kata Ketua Bawaslu, Abhan, di kantor Bawaslu RI, Jl. MH Thamrin No. 14, Jakarta Pusat, Senin (20/5). 

Baca :   KPU Umumkan Jokowi-Ma'ruf sebagai Pemenang Pilpres 2019

Bawaslu mengatakan bahwa bukti-bukti yang diajukan BPN Prabowo-Sandi belum memenuhi kriteria. Bukti yang diajukan BPN Prabowo-Sandi, di antaranya, berupa berita dari media online. 

Sidang putusan Bawaslu tentang dugaan kecurangan TSM (Foto: detikcom)

“Bahwa bukti printout berita online tidak dapat berdiri sendiri, tetapi harus didukung dengan alat bukti lain berupa dokumen, surat, ataupun video yang menunjukkan adanya perbuatan masif yang dilakukan oleh terlapor yang terjadi paling sedikit di 50 persen dari jumlah daerah provinsi di Indonesia,” jelas anggota Bawaslu, Ratna Dewi Pettalolo, dalam sidang. Oleh karena itu, Bawaslu menyatakan bahwa kasus dugaan pelanggaran pemilu yang dilaporkan BPN telah selesai.