fbpx
Berita

Ahok Gantikan Ma’ruf Amin? Mahfud MD: Bisa Saja Ini Permainan Politik Tingkat Tinggi

Foto: Istimewa
141views

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD menanggapi soal isu Ahok akan menggantikan Ma’ruf Amin sebagai calon wakil presiden nomor urut 01. Rumor Ahok akan menggantikan Ma’ruf Amin itu heboh di media sosial lantaran pemberitaan koran Indopos yang mengangkat berita dan memberikan grafis berjudul ‘Ahok Gantikan Ma’ruf Amin’ prediksi 2019-2024.

Adanya pemberitaan itu langsung menuai perhatian publik. Bahkan, Mahfud pun turut angkat bicara. Mahfud memberikan tanggapannya saat menjadi narasumber di acara Kompas Petang, Sabtu (16/2/2019).

Foto: Istimewa

Mahfud menilai isu Ahok yang menggantikan Ma’ruf Amin itu merupakan hoaks karena secara hukum tidak memungkinkan. Bahkan, ia menyinggung soal permainan politik tingkat tinggi. Di awal perbincangan, Mahfud menuturkan rumor Ahok yang akan menggantikan Ma’ruf Amin itu hoaks karena ada aturan hukum yang mengatur penggantian cawapres maupun wakil presiden.

Dalam aturan tersebut dinyatakan dua syarat yang harus dimiliki bakal cawapres maupun wapres yakni tak memiliki catatan hukum dan tak pernah dipenjara. “Ada 18 pasal yang mengatur larangan-larangan seperti itu, jadi beritanya hoaks,” ungkap Mahfud, dikutip dari tribunnews.com.

Foto: Istimewa

Selain itu, Mahfud menilai terdapat itikad buruk terhadap penyebaran berita tersebut. “Bisa saja itu kan (ada itikad buruk). Bahwa ini sebuah permainan politik tingkat tinggi sehingga yang nantinya memunculkan Ahok sesudah ataupun sebelum pilpres,” tegas Mahfud.

Baca :   Keluar dari Mako Brimob, Ahok Dijemput Putranya

Guru Besar FH-UII Yogyakarta ini mengatakan, jikalau rumor tersebut benar terjadi sesudah Pilpres 2019 maka ada UU MD3 yang berisikan penggantian wakil presiden harus dengan syarat tertentu. “Syaratnya itu sama, enggak boleh orang yang pernah dijatuhi hukuman. Jadi sekalipun itu terjadi sesudah Pak Ma’ruf Amin terpilih maka tak bisa Ahok yang menggantikannya,” ungkap Mahfud.

Foto: Istimewa

Menurutnya, kabar Ahok yang akan menggantikan Ma’ruf Amin itu membuat gaduh masyarakat dan berusaha mengurangi kepercayaan warga atas integritas paslon nomor 01, Jokowi dan Ma’ruf Amin.

“Saya juga mau menambahkan jika ada cawapres yang mengundurkan diri sebelum pemilu maka ada ancaman pidana 5 tahun dan denda Rp 50 miliar, sedangkan Parpol terkena ancaman 6 tahun pidana dan denda Rp 100 miliar, sehingga mengganti-ganti itu tak mudah, ini negara dan UU udah mengatur secara tepat,” ungkap Mahfud.