fbpx
Olahraga

Berapa Kadar Emas dalam Medali Emas yang Diraih Atlet?

Kadar emas dalam medali emas untuk para atlet
Atlet tenis ganda campuran Indonesia, Christopher Benjamin Rungkat/Aldila Sutjiadi, meraih medali emas (Foto: Istimewa)
150views
Waktu baca : 2 menit

Semua atlet bertarung mati-matian untuk meraih medali emas. Lihatlah Anthony Sinisuka Ginting. Dalam babak final bulutangkis beregu putra Asian Games 2018 melawan China, ia jatuh bangun menyumbang poin untuk tim Indonesia. Kram pada kaki kirinya memaksanya untuk berhenti pada skor 20-21.

Emas adalah raihan tertinggi seorang atlet dalam sebuah kompetisi. Sebuah wujud apresiasi atas perjuangan dan kualitasnya. Kehebatannya. Keunggulannya. Jadi, jangan heran bahwa tidak ada yang mau kalah begitu saja sebelum dan ketika bertanding.

Kadar emas dalam medali emas untuk para atlet
Medali emas Asian Games 2018 (Foto: Istimewa)

Yang menjadi pertanyaan adalah apakah medali emas yang diperebutkan para atlet itu adalah sungguh-sungguh emas murni? Tidak ada campuran dari bahan lain?

Medali yang mengandung emas murni pertama kali diberikan kepada para juara dalam Olimpiade St. Louis 1904. Ukurannya lebih kecil daripada ukuran medali sekarang. Medali emas murni terakhir diberikan pada Olimpiade Stockholm 1912. Sejak saat itu, tak ada lagi medali emas dengan kadar 100% emas murni. Bahkan 50% pun tidak.

Kadar emas dalam medali emas untuk para atlet
Erick Tohir, Ketua Indonesia Asian Games 2018 Organizing Committee (INASGOC), memperlihatkan medali emas Asian Games 2018 (Foto: Antara)

Menurut Jim Greensfelder, kadar emas yang digunakan untuk membuat medali menyusut setelah dua perang dunia. Seperti dilansir Washington Post, medali emas yang beredar saat ini hanya mengandung 1,34% emas atau sekitar 6 g. Sisanya adalah perak sebesar 93% dan tembaga sebesar 6%. Kandungan perak di dalam medali pun sebagian besar merupakan logam daur ulang.

Apakah itu berarti bahwa medali emas yang diterima para atlet sekarang ini tidak berharga? Ternyata tidak. Menurut Anthony DeMarco, seorang penulis majalah Forbes, material yang digunakan untuk membuat medali emas zaman sekarang bernilai USD564 atau setara dengan Rp8,2 juta.