Berita

Ahok: Panggil Saya BTP

Ahok ingin dipanggil BTP
Basuki Tjahja Purnama (Foto: Istimewa)
37views

Sampai saat ini, Ahok masih mendekam di rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Pada 9 Mei 2017 lalu, Ahok dinyatakan bersalah oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara dalam kasus penodaan agama. Ia divonis 2 tahun penjara karena majelis hakim menilai ia melanggar Pasal 156 a huruf a KUHP

Vonis itu memang lebih berat dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Jaksa menuntut Ahok dihukum 1 tahun penjara dengan masa percobaan 2 tahun. Jaksa mendakwa Ahok dengan 2 dakwaan alternatif, yaitu Pasal 156 a huruf a KUHP dan Pasal 156 KUHP. Namun, majelis hakim memvonis Ahok melanggar Pasal 156 a huruf a KUHP.

Sejak Mei 2017 lalu itu, Ahok tidak bisa lagi bergerak bebas. Ia memang punya kesempatan untuk melakukan banding. Namun, langkah itu tidak diambilnya. Ia juga mendapatkan kesempatan untuk bebas bersayarat bulan ini. Namun, ia tidak mengambil kesempatan itu.

Ahok ingin dipanggil BTP
Ahok meminta dipanggil BTP (Foto: Istimewa)

Dari balik jeruji itu, ia menghasilkan sebuah karya besar: sebuah buku setebal 331 halaman. Buku berjudul Kebijakan Ahok itu dijual dengan harga Rp1 juta per eksemplar. Harga yang tentu sangat fantastis. Dan hasil penjualan seluruh buku itu disumbangkan kepada orang-orang yang membutuhkan bantuan.

Dalam acara peluncuran buku yang berlangsung di Gedung Filateli, Pasar Baru, Jakarta Pusat, pada Kamis (16/8) itu, Ahok memberikan kata sambutan yang bernas. Surat sambutan itu dibacakan oleh putranya, Nicholas Sean Purnama. Dalam sambutan itu, Ahok secara jelas mengungkapkan maksudnya menulis buku itu.

“Saya memulai buku Kebijakan Ahok dengan maksud agar semua kebijakan yang pernah saya ambil dan pikirkan ketika saya menjadi pejabat publik dapat menjadi suatu pelajaran berharga yang kita pelajari maupun kita kutipi secara bersama dan bisa dipahami,” ungkapnya.

Ahok ingin dipanggil BTP
Ahok menjalani sidang (Foto: Istimewa)

Ia berharap agar karyanya itu dapat menjadi referensi bagi para pejabat publik dalam mengambil kebijakan.

“Saya harap para calon anggota dewan dan kepala daerah juga orang awam yang mau mengetahui kebijakan yang saya ambil selama menjadi pelayan, pejabat publik terutama di DKI, dapat menambah masukan tambahan kebijakan publik yang akan mereka ambil,” katanya.

Pada akhir sambutan itu, Ahok memberikan sebuah catatan penting. Sebuah catatan untuk semua orang.

“Semoga Tuhan memberikan kita damai sejahtera dan keadilan. Salam BTP. Catatan: panggil saya BTP,” katanya.